Konsep Dasar Dan Pengertian Sistem Informasi Berdasarkan Pendapat Para Ahli

Sistem Informasi
Apa Itu sistem?
Secara sederhana, pengertian sistem adalah sekelompok elemen yang saling berhubungan atau berinteraksi sehingga membentuk suatu kesatuan (integrasi) dengan maksud untuk mencapai tujuan yang sama. Konsep sistem yang berkaitan dengan bidang sistem informasi menurut pendapat Rahmadi (2010:41) adalah sekelompok elemen yang saling berhubungan, bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama dengan menerima input serta menghasilkan output dalam proses transformasi yang teratur.

Pengertian tersebut sejalan dengan pendapat Kadir (2003:58) dalamNingsih (2011:36) yang menyatakan bahwa sistem adalah sekumpulan elemen yang saling terkait atau terpadu yang dimaksudakan untuk mencapai satu tujuan. Sebagai gambaran, jika dalam mencapai tujuan sebuah sistem terdapat elemen yang tidak memberikan manfaat dalam mencapai tujuan yang sama, maka elemen tersebut dapat dipastikan bukanlah bagian dari sistem.

Sistem adalah sekelompok bagian-bagian (alat dan sebagainya) yang bekerja bersama-sama untuk melakukan suatu maksud. Suatu sistem terbentuk dari jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu (Fadilah Siska dkk, 2009:1). Berdasarkan pendapat tersebut menyatakan bahwa sistem terbentuk dari bagian-bagian yang merupakan alat yang bekerja secara bersama-sama untuk melakukan kegiatan bersama-sama.

Berdasarkan beberapa pengertian di atas maka dapat dapat disimpulkan bahwa sistem adalah suatu elemen atau komponen-komponen yang bekerja bersama-sama (berintegrasi) untuk mencapai tujuan dan maksud yang sama. Komponen tersebut terorganisir dan memiliki mekanisme sesuai fungsinya masing-masing dalam menempati perannya dalam sebuah sistem.

Klasifikasi Sistem
Menurut Martius (2010:30) sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang diantaranya adalah sebagai berikut.
 
Model Umum Sistem (Martius, 2010:30)
  1. Sistem abstrak (abstract system) dan sistem fisik (physical system). Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Sedangkan yang dimaksud dengan sistem fisik adalah sistem yang ada secara fisik.
  2. Sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system). Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Sedangkan sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia.
  3. Sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tak tentu (probabilistic system). Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah yang sudah dapat diperiksa. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.
  4. Sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system). Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak luarnya. Sedangkan sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya.
  5. Suatu sistem dapat terdiri dari sistem-sistem bagian (subsistem). Masing-masing subsistem dapat terdiri dari subsistem-subsistem yang lebih kecil lagi atau dapat terdiri dari komponen-komponen. Subsistem-subsistem saling berinteraksi dan saling berhubungan membentuk satu kesatuan sehingga tujuan dan sasaran sistem tersebut akan tercapai.

Model umum suatu sistem terdiri dari atas masukan (input), pengolahan (process) dan keluaran (output).

Karakteristik Sistem
Karakteristik sistem menurut Jogiyanto (2005) dalam Martius (2010) yaitu terdiri dari komponen-komponen (components), batas sistem (boundary), lingkungan luar sistem (environments), penghubung (interface), masukan (input), keluaran (output), pengolah (process), dan sasaran (objectives) atau tujuan (goal). Berikut ini adalah penjelasan masing-masing karakteristik sistem tersebut:

1. Komponen Sistem (Components).
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.

2. Batas Sistem (Boundary).
Daerah yang membatasi suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.

3. Lingkungan Luar Sistem (Environments).
Segala sesuatu yang berada di luar sistem yang mempengaruhi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan sistem atau merugikan sistem.

4. Penghubung Sistem (Interface).
Merupakan media penghubung antara satu subsistem yang lainnya. Penghubung inilah yang menyebabkan beberapa subsistem berintegrasi dan membentuk suatu kesatuan. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari subsistem ke susbsistem yang lainnya. Keluaran (output) dari suatu subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem yang lainnya melalui penghubung.

5. Masukan Sistem (Input)
Sesuatu yang dimasukan ke dalam sistem yang berasal dari lingkungan. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal.

6. Keluaran Sistem (Output)
Hasil dari proses pengolahan sistem yang berasal dari lingkungan yang diolah dan diklasifikasikan dari keluaran yang berguna.

7. Pengolah Sistem (Process)
Bagian dari sistem yang mengubah masukan (input) menjadi keluaran (output).

8. Sasaran Sistem (Objective) atau Tujuan (Goal).
Sesuatu yang menyebabkan mengapa sistem itu dibuat atau ada. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya.

Pengertian Informasi
Telah diketahui bahwa informasi merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan dalam pengambilan keputusan sehari-hari. Beberapa ahli mendefinisikan informasi sebagai berikut: 

Menurut Agus Mulyanto (2009:12) informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya, sedangkan data merupakan sumber informasi yang menggambarkan suatu kejadian yang nyata. Menurut Jogiyanto (2009:8) informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. 

Secara etimologi, informasi berasal dari bahasa Perancis kuno informacion (tahun 1387) yang diambil dari bahasa Latin informationem yang berarti “garis besar, konsep, ide”. Informasi Juga dapat diartikan sebagai data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.

Sedangkan menurut Sutarman (2009:14), informasi adalah sekumpulan fakta (data) yang diorganisasikan dengan cara tertentu sehingga mereka mempunyai arti bagi si penerima. Informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi si penerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang.

Berdasarkan pendapat para ahli yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa informasi adalah data yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi pengguna, yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendukung sumber informasi.

Pengertian Sistem Informasi
Sistem informasi merupakan komponen yang saling bekerja sama untuk mengumpulkan, mengolah, menyimpan dan menyebarkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan, koordinasi, pengendalian, analisis masalah dan visualisasi dalam sebuah organisasi(Laudon, 2010:60). Secara rinci bahwa sistem informasi merupakan kombinasi teratur dari orang-orang, hardware, software, jaringan komunikasi dan sumber daya yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi (Marakas, 2008:40).

Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk melakukan suatu sasaran tertentu. Komponen-komponen atau sub sistem dalam suatu sistem tidak dapat berdiri lepas sendiri-sendiri. komponen atau sub sistem saling berinteraksi dan saling berhubungan dan membentuk suatu kesatuan sehingga tujuan atau sasaran sistem tersebut dapat tercapai.

Berdasarkan uraian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah kombinasi seperangkat komponen yang terdiri dari manusia, hardware, software, jaringan telekomunikasi dan data yang saling bekerja sama untuk mengumpulkan, mengolah, menyimpan, dan menyebarkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan, pengendalian, analisis masalah dan visualisasi dalam organisasi.

Sumber Pustaka :
  • A.S. Rosa dan Shalahudin  M, 2011. Rekayasa Perangkat Lunak. Modula. Bandung.
  • Jogiyanto, HM. 2001. Analisis dan Desain Sistem Informasi, Penerbit Andi Offset. Yogyakarta.
  • Kadir, Abdul. 2003. Pengenalan Sistem Informasi. Penerbit Graha Ilmu, Jakarta.
  • Usman Efendi dkk, 2015. Implementasi Metode Rational Unified Proses (RUP) Pada Mobile Digital Library. Universitas Bina Dharma. Palembang.

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan kirim komentar